Al-Habib Ahmad bin Abdullah bin Hasan Alattas (Benhill) Penggagas Majelis Zikir Asmaul Husna

Selama hidupnya, Habib Ahmad berjuang keras agar masyarakat yang berada di lingkungannya meninggalkan perbuatan syirik serta kemungkaran. Majelis zikir yang digagasnya kini berkembang hingga mempunyai cabang sekitar 1.000 majelis.

Bila maut telah tiba, cinta, nama, harta, semua akan mengucapkan selamat jalan kepada pemiliknya. Semua kembali ke asalnya, tinggallah kenangan yang membekas dan terus hidup di hati manusia yang ditinggalkan.

Begitu pula dengan kisah hidup almarhum Habib Ahmad bin Abdullah bin Hasan Alattas. Walau sudah 11 tahun telah pulang ke rahmatullah, budi baiknya selalu dikenang dan menjadi teladan anak-cucu serta jamaah yang pernah dibimbingnya menuju jalan Allah.
💦Kutipan ceramah Imam Afifi, imam salah satu masjid di Singapura, dalam ceramahnya di haul Alhabib Ahmad beberapa waktu silam mengisahkan peranan dakwah Habib Ahmad saat berada di Negeri Singa tersebut, sekitar 12 tahun lalu. “Almarhum sempat mengijazahkan Asmaul Husna. Sampai sekarang wirid tersebut masih menjadi pegangan masyarakat dalam beribadah,” katanya.Imam Afifi melanjutkan ceritanya, saat ia sakit parah, Habib Ahmad sengaja datang ke Singapura untuk mendoakan dirinya. Imam Afifi kemudian sembuh total. “Insya Allah, saya tidak akan melupakan budi baik Habib Ahmad yang datang ke Singapura khusus untuk mendoakan kesembuhan saya, hingga saya sembuh dan sehat hingga sekarang,” katanya lagi.

Kutipan ceramah Habib Syekh bin Ali Al-Jufri, yang mendapat kesempatan kedua di haul beberapa waktu silam, menyampaikan ceramahnya tentang keutamaan mengenang kebaikan-kebaikan orang yang sudah wafat.“Terutama orang-orang yang sudah berjasa membimbing kita ke jalan yang baik, seperti Habib Ahmad. Beliau senantiasa mengajak jamaah untuk mengamalkan wirid-wirid Asmaul Husna,” katanya. Menurutnya, Habib Ahmad adalah sosok ulama yang sangat mencintai Allah, tawaduk, dan sederhana dalam kesehariannya. “Kebiasaan semacam inilah yang paling gampang kita tiru,” katanya lagi seraya mengajak jamaah untuk membersihkan hati agar menjadi orang saleh.

Perjalanan syiar Islam Habib Ahmad meluas, dimulai sejak tahun 1958. Ia melihat, masyarakat di sekitarnya cenderung kepada perbuatan syirik dan kemungkaran, dan menjadi pemandangan sehari-hari.Sebelum berdakwah luas, terlebih dahulu ia mengajak sanak dan kerabatnya untuk tetap teguh berada di jalan Allah, menjauhi larangan-Nya, dan menjalankan semua perintah-Nya. Lambat laun, syiar Islam yang disemaikan Habib Ahmad tumbuh dan berkembang. Masyarakat luas mulai tertarik dengan cara berdakwah Habib Ahmad yang santun dan penuh kasih. Zikir Asmaul Husna yang diajarkannya pun dirasakan jamaah sangat menyentuh kalbu.

Setiap kali ia menggelar pengajian di suatu tempat, jamaah yang datang semakin bertambah. Sehingga banyak usulan agar pengajian Habib Ahmad ditetapkan di satu tempat, tidak berpindah-pindah, yakni di kediamannya sendiri. Maka, sejak 1978, rumah Habib Ahmad menjadi tempat taklim tetap jamaah.Keberadaan Majelis Zikir Asmaul Husna berkembang dari waktu ke waktu.
Karena jamaah yang datang tidak hanya dari sekitar Bendungan Hilir, Jakarta, tapi juga Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan, Ambon, hingga ke Malaysia, Singapura, dan Thailand. Maka, pada tahun 1984, ia membuka cabang di daerah-daerah tersebut. Hingga saat ini jumlah Majelis Zikir Asmaul Husna tercatat mencapai 1.000 majelis.

Jasad Habib Ahmad kini terbaring di kompleks pemakaman Al-Hawi, Condet, Jakarta

Iklan

komentar sahabat

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s