HUKUM MEMAJANG FOTO ULAMA

PERTANYAAN:

Memasang patung atau gambar yang bernyawa di dalam rumah pernah disinggung dalam Hadits Bukhori Muslim, ” Orang-orang yang paling hebat siksanya di hari kiamat adalah orang-orang yang menggambar gambar-gambar (seperti ini)”.

Dan ada lagi hadits Bukhori Muslim yang lain.

Juga dalam buku Muhammad Isa Dawud diterangkan, bahwa jin muslim sangat membenci kalau dalam rumah seorang muslim ada gambar yang bernyawa (foto) dan juga patung walaupun kecil, apalagi malaikat pasti juga sangat membencinya. Namun kenyataanya sekarang banyak sekali foto/gambar Ulama’ dan Habaib dipajang di rumah-rumah.

Adakah hukum yang menghalalkan atau mengharamkan memasang gambar, baik gambar ulama’ atau bukan ?

Jawaban:

Syeh Muhammad Alwi Al Maliki dalam kitab Majmu’ Fatawa wa al Rosail menjelaskan bahwa yang dimaksud dari gambar yang diharamkan itu adalah yang tiga dimensi yang memiliki bayang-
bayang yang dimungkinkan bisa hidup dalam kodisi seperti itu bila ditiupkan ruh.

ﻣﺠﻤﻌﻮﻉ ﻓﺘﺎﻭﻯ ﻭﺭﺳﺎﺋﻞ ﺻــ213
ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻧﺖ ﻫﺬﻩ ﺻﻮﺭﺓ ﺍﻟﺤﻮﻧﻴﺔ ﺍﻟﻜﺎﻣﻠﺔ ﺍﻟﺘﻰ ﻻﻇﻞ ﻟﻬﺎ
ﻓﻬﺎ ﻫﻨﺎ ﺗﻔﺼﻴﻞ ﻭﻫﻮ ﺃﻧﻬﺎ ﺇﻥ ﻛﺎﻧﺖ ﻓﻰ ﻣﺤﻞ ﻣﻤﺘﻬﻦ
ﻛﺒﺴﺎﻁ ﻭﺣﺼﻴﺮ ﻭﻭﺳﺎﺩﺓ ﻭﻧﺤﻮﻫﺎ ﻛﺎﺗﻨﺖ ﻣﺒﺎﺣﺔ ﺍﻳﻀﺎ
ﻓﻰ ﻣﺬﻫﺐ ﺍﻻﺭﺑﻌﺔ ﺇﻻ ﺃﻥ ﺍﻟﻤﺎﻟﻜﻴﺔ ﻗﺎﻟﻮﺍ ﻓﻌﻞ ﻫﺬﻩ
ﺧﻼﻑ ﺍﻷﻭﻟﻰ ﻭﻟﻴﺲ ﻣﻜﺮﻭﻫﺎ

MEMAJANG FOTO ULAMA

Kalam Guru Mulia, Sulthonul Qulub Habibana Munzir Al Musawa

ººː̗̤̣̀̈̇ː̖́ Bismillahirrahmanirrahiimi ̤̣̈̇ː̖́ºº

Wahai Cahaya Mentari yang terangi Rembulan indah….
Rasulullah Shollalalhu ‘alaihi wasallam.
sungguh aku merindukanmu ya Sayyidi, duhai Kekasih Pujaan…..

Allahumma Sholli’alaa Muhammad Wa’alaa aali Muhammad Wa’ashabihi Wasallim ‘ajma’in

Banyak saudara saudara kita mereka dianggap musyrik hanya karena memajang foto orang sholih, padahal mereka sama sekali tak menyembahnya, atau berziarah kubur yang itu jelas – jelas sunnah, namun dikatakan Musyrik,
Sepanjang adanya foto orang sholih di ummat ini yang memajangnya adakah yang menganggapnya Tuhan?, lalu ada apa dengan penuduhan musyrik ini?,

Sabda Rosululloh S.A.W :

“ Maukah kalian kuberitahu tentang yang termulia diantara kalian?, mereka adalah yang jika dilihat wajahnya akan membuat orang mengingat AllOh ”

(Adabul Mufrad oleh Imam Bukhari)

Ummat ummat terdahulu menyembah patung, lalu muslimin sujud pula pada Ka’bah, bukankah Ka’bah itu batu?, kenapa sujud padanya?,

ROsul S.A.W sudah mengarahkan kiblat ke Ka’bah saat ka’bah masih dipenuhi ratusan patung, baru setelah Fatah Makkah patung² itu dibersihkan.

Lalu mengapa malaikat diperintah sujud pada makhluk ??

Dalam peristiwa ini menurut versi pemikiran mereka (wahabi pen.), maka yang tauhidnya suci hanyalah Iblis, karena hanya Iblis yang tak mau sujud pada makhluk, dan para malaikat itu semuanya musyrik, karena sujud pada makhluk.

Rosul S.A.W bersabda : “Aku tidak takut
kemusyrikan menimpa kalian, yang kutakutkan adalah keluasan dunia yang menimpa kalian hingga kalian saling hantam memperebutkannya”

(Sebagaimana salah satu Negara muslim yang berakidah ini, kaya raya dan membayar pasukan non muslim untuk
membantai saudara muslimnya demi minyak dan kekayaan duniawi, dan mereka tak menyadarinya namun memusyrikkan orang muslim, Penulis )
(Shohih Bukhori).

Jelaslah sudah bahwa Rosul S.A.W telah
menjawab seluruh fitnah mereka, bahwa Rosul SAW tak merisaukan syirik akan menimpa ummatnya, hanya Iblis saja yang tak rela muslimin memuliakan ulama, Iblis ingin muslimin ini sama sama dengannya, tak memuliakan siapapun selain Alloh SWT, namun justru tempat mereka adalah kekal di neraka.

Maka mengenai foto tersebut, ia bukanlah lukisan, karena foto adalah bukan guratan tangan tapi merupakan bayangan yang ditangkap oleh cahaya, dan direkam di foto, maka hukumnya bukan lukisan, tak bisa disamakan sebagaimana orang
yang sholat dibelakang imam, tak bisa disamakan dengan orang yang bermakmum pada imam yang di
masjidil haram lewat TV, tentunya tidak sah sholatnya, demikian pula lukisan tangan jika dibandingkan dengan foto.

Dan dengan semaraknya foto foto non muslim dan fasiq di jalan jalan dan di televisi dan dimana mana, maka sangat mulia jika foto foto para sholihin juga ditampilkan, agar jangan mata muslimin terus terkotori denga aurat non muhrim,
atau memuliakan wajah orang yang tidak pernah sujud pada Alloh, maka selayaknya kita kenalkan foto foto sholihin.

Diriwayatkan oleh Hujjatul Islam Al Imam Ibn Hajar Al Asqolaniy pada Fathul Baari Bisyaroh Shohih Bukhori, bahwa salah seorang istri Rosul SAW ketika ditanyai bagaimana indahnya wajah Rosul SAW, maka ia mengeluarkan cermin yang pernah dipakai oleh Rosul SAW, dan sejak cermin itu dipakai bercermin oleh Rosul SAW maka wajah Rosul SAW terus tampil di cermin itu bagaikan foto, cermin itu tak lagi berfungsi sebagai cermin, karena ia tak mau menampilkan wajah lain selain wajah Rosul SAW, berkata Istri Rosul SAW itu jika aku rindu pada Rosul SAW maka aku melihat cermin ini, sahabat itupun menyaksikan gambar Rosul SAW yang terlihat jelas pada cermin tersebut.

Allahumma Shalli ‘Alaa Sayyidina Muhammad Wa ‘Alaa Aali Sayyidina Muhammad.

Iklan

komentar sahabat

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s