KISAH PREMAN TANJUNG PRIOK YG SANGAT DI TAKUTI ,TAKLUK OLEH PEDANG CAHAYA HABIB MUNZIR

Dikisahkan oleh Habib Munzir di suatu daerah dilagoa Tanjung priuk jakarta utara tempat yang sangat rawan dengan kriminal Pernah ada seorang pemabuk dan preman yang menjadi biang kriminal bahkan konon sering menyiksa dan membunuh, orang orang tidak melihat ia memiliki sifat baik sedikitpun. Namun ketika Habib Munzir menerima pengaduan tsb tentangnya,pasalnya adalah ketika pemuda sekitar wilayah tersebut ingin mengadakan majelis, namun takut pada orang itu.Mereka akan didamprat dan diteror oleh si jahat itu. Ia adalah kepala kejahatan yang konon kebal dan penuh ilmu jahat.
Habib munzir mendatangi rumahnya, lalu mengucapkan salam,tapi ia tidak menjawab, ia hanya mendelik dengan bengis sambil melihat Habib Munzir dari atas kebawah, seraya berkata, “Mau apa?”lalu Habib Munzir mengulurkan tangan dan ia mengulurkan tangannya dan kemudian Habib Munzir mencium tangannya, dan memandang wajah preman tsb dengan lembut dan penuh keramahan. Habib memulai pembicaraan dengan suara rendah dan lembut, “Saya mau mewakili pemuda sini, untuk mohon restu dan izin pada Bapak, agar mereka diizinkan membuat majelis dimusholla dekat sini.mendengar ucapan Habib Munzir tiba tiba”Ia terdiam…ia roboh terduduk di kursinya dan menunduk. Ia menutup kedua matanya. Saat ia mengangkat kepalanya Habib Munzir tersentak,beliau mengira preman tsb akan menghardik dan mengusir beliau, ternyata wajah preman tsb memerah dan matanya sudah penuh dengan airmata yang banyak. Ia tersedu sedu berkata“Seumur hidup saya belum pernah ada kyai datang kerumah saya… Lalu kini… Pak Ustadz datang kerumah saya, mencium tangan saya… tangan ini belum pernahdicium siapapun. Bahkan anak-anak sayapun jijik pada saya dan tak pernah mencium tangan saya, semua tamu saya adalah penjahat, mengadukan musuhnya untuk dibantai, menghamburkan uangnya pada saya agar saya mau berbuat jahat lagi dan lagi…. Lalu Kini datang tamu minta izin pengajian pada saya. Saya ini bajingan, kenapa minta izin pengajian suci pada bajingan seperti saya.”lalu Ia menciumi tangan dan kaki Habib Munzir sambil menangis,sejak saat itu ia bertobat, ia sholat, dan meninggalkan minuman keras dan kriminal,Konon dia ini sering mabuk, jika sudah mabuk maka tak ada orang di kampung itu yang berani keluar rumah. Namun kini terbalik, ia menjadi pengaman di sana, tak ada orang mabuk berani keluar rumah jika ada dia.Dia menjadi kordinator musholla, ia mengatur teman temannya para preman untuk membersihkan musholla,dipaksanya para anak buahnya harus hadir majelis, dan demikianlah keadaannya hingga kini.

Orang diwilayah itu jika melihat Habib Munzir datang ,mereka akan berbisik bisik,mengatakan“Jagoan selatan lagi ketemu jagoan utara!” Mereka kira Habib Munzir adalah jagoan yg mengalahkannya preman tsb dengan ilmu, padahal hanya kelembutan Muhammad saw yang Habib Munzir gunakan.Hingga kini jika Habib Munzir jumpa dengan beliau ia pasti menangis memeluk Habib Munzir. Habib Munzir pernah bercanda dengan meneleponnya,mengatakan, “Tolong saya pak, tolong datang ke sini, saya dalam keadaan genting!”lalu tak ama Ia datang dengan Jaket Jeans, celana jeans, dan diliat dari wajahnya sudah siap tempur. Lalu Ia berkata, “Saya siap mati Habib, siapapun yang berani mengganggu habib sudah bukan urusan habib lagi, biar saya yang urus dan saya janji akan memotong kupingnya dan membawakannya pada habib!”kemudian Habib munzir berkata, “Naik dulu ke mobil Pak!”Ia pun naik, lalu oleh Habib Munzir diajak ke majelis dan mengajaknya masuk, ia berkata, “Mana orangnya Habib?” “Tidak… (Habib Munzir tertawa) saya cuma mau mengajak bapak ke majelis saya, kangen aja.”lalu Ia pun lemas dan tertunduk malu. Habiban sudah menganggap beliau Sebagai ayah angkat hingga kini.
Sungguh orang-orang yang terjebak dalam kemungkaran itu mempunyai hati baik di hati kecilnya. Kata Habib Munzir beliau berkali-kali menemukan kebaikan itu di hati mereka, namun kebaikan itu tersembunyi dalam kesombongan mereka.
Sumber :Majelis Rasulullah SAW

Iklan

komentar sahabat

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s