Ketinggian Maqam Abuya As Sayyid Muhammad Al Maliki

16708532_1655933084700976_8745304146354596550_n

Ketinggian maqam Abuya As Sayyid Muhammad Al Maliki, beliau sudah mencapai maqam bertemu Rasulullah secara yaqadhah (terjaga bukan mimpi) sebagaimana yang di ketahui oleh beberapa murid beliau. Pernah di kisahkan, ketika Abuya sedang berada di Madinah, salah satu murid beliau mendapat tugas melayani kebutuhan Abuya, antara lain sarapan pagi yang biasanya berupa telor goreng mata sapi, roti, keju, susu segar, dan lain-lain. Antara kamar pribadi Abuya yang sekaligus berfungsi sebagai kantor dan dengan dapur pribadi beliau, hanya dibatasi oleh lorong kecil. Artinya, setiap orang yang berada di dapur lantas akan masuk ke kamar Abuya, pasti melewati lorong kecil itu. Tatkala di tangan murid itu sudah tersedia talam berisi peralatan dan menu sarapan pagi Abuya, dan sudah berada di lorong kecil, tiba-tiba teman seniornya mencegah langkahnya, agar tidak masuk ke kamar Abuya terlebih dahulu, namun di minta untuk ikut mendengarkan secara seksama.

Dengan penuh penasaran, murid tadi ikut memperhatikan ajakan teman seniornya tersebut, ternyata terdengar suara tangis lirih Abuya namun cukup jelas dari dalam kamar itu. Karena itulah mereka berdua tidak berani masuk kamar sebelum dipanggil oleh Abuya. Selang sepuluh menit berikutnya, tiba-tiba Abuya memanggil dengan suara yang agak parau: “Aulaad, fieen futhuur..?” (Anak-anak, mana sarapannya). Kemudian masuklah mereka berdua, dengan membawa barang yang menjadi tugasnya masing-masing. Setelah mereka berdua duduk di depan Abuya untuk menata menu sarapan dan keperluan lainnya, maka Abuya bertanya: “Tahukah kalian apa yang baru saja aku alami?” Murid senior itupun menjawab: “Tidak tahu wahai Abuya”. Abuya berkata: “Wahai anak-anakku, baru saja aku ditemui oleh Rasulullah SAW secara langsung..!”. Dan daripada karomah Abuya Al Imam As Sayyid Muhammad Al Maliki, banyak murid dan pecinta beliau yang bermimpi Rasulullah ternyata melihat sosok Rasulullah nyaris sama dengan sosok Abuya Al Maliki. Inilah bukti nyata adanya I’tina’ khasshah (perhatian khusus) dari Rasulullah

Iklan

komentar sahabat

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s