WAKTU PALING LEZAT UNTUK MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH

16388271_1583829754967194_643355987218168000_n

Di dalam ayat al-Qur’an ada disebutkan kalimat:

وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ.
“Dan orang-orang yang memohon ampunan pada akhir malam.” (QS. Ali Imran [3]: 17)

Perkataan (الأسحار) merupakan jama’ (plural) dari kata (سحر), lantas apa maknanya? Pendapat paling tepat bagi makna (سحر) adalah waktu dipenghujung malam, yaitu kurang lebih 15 menit terakhir sebelum masuknya waktu Shubuh, maka inilah yang dinamakan (سحر). (Di dalam firman-Nya tersebut) Allahu ta’ala memuji orang-orang yang memohon ampunan pada akhir malam (baca: Wal-mustaghfirîna bil-ashâr). Namun, adakah yang dimaksud itu adalah sesorang yang bangun pada waktu malam kemudian berwudhu’ dan beristighfar? (Jawabannya), tidak! (Sejatinya), yang dimaksudkan dengan orang yang memohon ampunan pada akhir malam, yaitu pada penghujungnya (15 menit sebelum waktu Shubuh). Lantas, apa yang sepatutnya ia lakukan sebelum memohon ampunan tersebut? (Jawabannya), Shalat Tahajjud; demikianlah yang dikatakan oleh para ulama dan ayat-ayat al-Qur’an pun mengisyaratkan hal itu.

(Walhasil), bangun pada pertengahan malam, berwudhu, kemudian shalat dengan niat qiyamul lail dan tahajjud serta membaca beberapa ayat al-Qur’an yang dihafal; (Hal itu semua), waktunya yang paling tenang juga adalah pada penghujung malam, yaitu sejam atau sejam setengah sebelum waktu Shubuh. Yang mana ketika kamu berdiri menghadap Allah (shalat) dan membaca ayat suci al-Qur’an, itulah waktu yang paling tenang untuk membaca al-Qur’an; yakni, ketika posisi kamu melakukan shalat pada penghujung malam. (Nah..), lakukanlah shalat, apabila selesai teruskanlah shalat lagi, dan apabila kamu sadar bahwa sedikit lagi memasuki 15 menit sebelum masuk waktunya Shubuh, maka (saat itu) berhentilah melakukan shalat dan (pada saat itu pula) mulailah memohon ampunan serta berdoa.

Masya Allah, demikianlah tips yang diberikan oleh Syaikh Ramadhan al-Buthy tentang waktu yang paling lezat untuk mendekatkan diri kepada Allah (baca: taqarrub ilallah). Dan diakhir penjelasannya tersebut, Syaikh Ramadhan al-Buthy juga mengatakan, “Siapa yang kenal Allah, maka ia akan mencintai Allah. Dan siapa yang mencintai Allah, maka Allah akan meridhainya. Apabila seseorang hamba itu mencintai Tuhannya, maka tidak ada waktu yang paling tenang baginya melainkan waktu mendekatkan diri kepada Allah. Dan tidak ada waktu yang paling tenang untuk mendekatkan diri kepada Allah melainkan waktu qiyamul lail.” Semoga ada manfaatnya

Iklan

komentar sahabat

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s