KISAH BUAH SEMANGKA YANG PENUH KEBERKAHAN KARENA DIPEGANG TANGAN ORANG SHOLEH

Saat di Ma’had Al-Fachriyyah Ciledug, Guru Mulia Al-Musnid Al-‘Arif Billah Al-Habib Umar bin Hafidz juga bercerita perihal keutamaan orang shaleh.

Ada sebuah kisah tentang seorang penjual semangka.
Hari itu si penjual semangka berangkat ke pasar.

Beberapa saat lamanya ia berjualan sepi gak ada yang beli.
Seorang yang dikenal keshalehannya lewat dan mampir ke tempat ia berjualan.
Bliau tdk membeli semangka, hanya memegang salah satu buah semangka dagangannya.
Dan tak berapa lama seorang yang shaleh tersebut beranjak.

Beberapa orang datang mendekat kepada si penjual semangka hendak membeli semangka yang dipegang orang shaleh tadi.
Mereka saling menawar dengan bersaing harga.
Belum terjual semangka tersebut datang lagi pembeli yang lain.
Mereka berkerumunan untuk berebut mendapatkan semangka yang dianggap memiliki keberkahan karena telah tersentuh tangan seorang wali.

Melihat banyak orang ramai menawar buah semangka itu, seorang kaya raya yang sangat bejat datang menghampiri.
Setelah ia bertanya, gerangan apa yang menjadikan orang-orang berebut buah semangka tersebut.
Maka orang kaya itupun bersegera membelinya dengan harga yang sangat mahal mengungguli tawaran yang lain. Dan buah semangka pun segera dibawa pulang.

Setiba di rumah, beberapa orang temannya yang lagi berpesta ria dengan berbagai macam kemaksiatan bertanya:

“Apa itu yang engkau bawa?”

“Buah semangka,” jawabnya.

“Apa hebatnya buah semangka ini sehingga engkau bawa jauh-jauh dari pasar.”

“Ini adalah buah yang tadi dipegang oleh seorang yang shaleh.
Aku yakin dengan makan semangka ini kita akan mendapatkan nasib baik,” imbuhnya.

Mereka semua masa bodoh terhadap omongan si tuan rumah yang barusan pulang dari pasar.
Dan terlepas percaya atau tidak, mereka semua ikut memakan buah semangka tadi. Ringkasnya, selepas berpesta ria, semuanya beranjak kembali ke rumah masing-masing.

Dan tak seorangpun yang ikut makan buah tersebut walau hanya sesuap, kecuali hati mereka tertembus oleh cahaya hidayah dari Allah Subhanahu wata’ala.

Di sisa umur mereka makin hari makin baik. Mereka menjadi orang-orang yang bener-bener bertaubat.
Mereka melakukan ketaatan kepada Allah Subhanahu wata’ala.
Dan di akhir hayatnya mereka mendapatkan khusnul khotimah.

Subhanallah ….

Iklan

komentar sahabat

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s