Abul Qosim al-Qusyairi

15589847_1350603288305730_7899581773769473397_n

15578795_1350603311639061_4363571229428573928_n

Tatkala Abul Qosim al-Qusyairi, baru meninggalkan kampung halamannya untuk menuntut ilmu ke Bukhara. sejenak ia teringat betapa pakaian yang dikenakannya terkena percikan najis saat ia bekerja membantu ibunya di rumah, ia berhenti dan berkata kepada teman seperjalanannya, “Sahabatku,sebentar aku hendak pulang ke rumah dan akan segera kembali kemari tapi engkau boleh pergi terlebih dahulu. Karena aku teringat bajuku yang najis ini, bila aku tidak menggantinya, aku takut najis ini akan mengotoriku sampai di negeri Bukhara. Kalau masih begitu keadaanku, aku khawatir ilmu-ilmu yang kupelajari dari guru kita di sana akan menjadi penutup jalan menuju hidayah Allah, sehingga aku tersesat karenanya, semoga aku dihindarkan dari hal yang sedemikian.”
Maka pulanglah Abul Qasim al-Qusyairi ke rumahnya dan mendapati ibunya berdiri di depan pintu menyambut kedatangannya dan memeluknya seraya berkata, “Alhamdulillah” karena ibunya menunggu kepulangan anak satu-satunya yang ia sayangi.
Dikisahkan, kemudian Nabi Khidir as diperintahkan Allah untuk menemui Abul Qosim al-Qusyairi, “Temuilah Abu Qosim al-Qusyairi, putera ibu yang Shalihah itu, dan ajarkanlah ilmu-ilmu yang telah kau pelajari dari Abu Hanifah kepadanya, karena dia pergi merantau di atas jalan yang direstui ibunya!”

Selanjutnya Nabi Khidir as menemui Abul Qosim al Qusyairi guna menurunkan ilmunya. Dia berkata, ” Engkau berniat melakukan safar (sebutan dalam dunia Tasawuf bagi orang yang meninggalkan tempat kelahiran ke negeri yang jauh dengan niat menuntut ilmu) bersama temanmu untuk mencari ilmu dengan membiarkan ibumu sendirian di kampung ini. Maka biarkanlah aku akan mendatangimu setiap hari dan kau akan belajar bersamaku.”
Sejak pertemuan pertama kali antara Nabi Khidir as dengan Abul qosim itu, Khidir as datang kembali pada keesokan harinya dan hari-hari berikutnya. Demikian berlangsung selama 3 tahun.
Sesudah menyerap ilmu-ilmu dari Nabi Khidir as selama 3 tahun, selanjutnya di sepanjang hidupnya ia mampu menulis seribu Kitab yang berisikan bermacam-macam jenis ilmu..
Nabi Khidir as belajar ilmu-ilmu fiqih kepada Abu Hanifah selama 30 tahun, sedangkan Abul Qosim al-Qusyairi menyerap ilmu-ilmu tersebut hanya dalam tempo 3 tahun. Apakah karena nabi Khidir as mempunyai metode pengajaran yang efektif dengan segala kelebihan yang diberikan Allah swt atau Abul Qosim al-Qusyairi yang memang benar-benar jenius. Dalam kisah ini kita bisa melihat bagaimana Berkat Niat & himmahnyya yg tinggi dalam menuntut ilmu & Pengabdiannya kpd Ibunya Imam Qusyairi malah mendapatkan kemudahan dalam menuntut ilmu, tidak tanggung2 seorang Nabi Khidir didatangkan Allah langsung kpd Imam Qusyairi. Sebagaimana kita ketahui dalam Surat Alkahfi diceritakan bagaimana Nabi Musa bersusah payah untuk bertemu & berguru kpd Nabi Khidir. Sedangkan Imam Qusyairi yg bukan Nabi malah didatangi oleh Nabi Khidir utk mengajarinya. Bahkan beliau melahirkan sebuah karya yg monumental yaitu “Kitab Risalah Qusyairiyyah” Yg merupakan kitab Induk Tasawuf, berkat kitab inipun melahirkan seorang sosok dengan karyanya yg luar biasa “Ihya Ulumuddin” Imam Al Ghazali. Hikmah dari kisah yg Al faqir kisahkan pada Hari ibu ini yaitu Selalulah berniat baik walau tak bisa melakukannya, selalulah memiliki Himmah yg tinggi dalam menuntut ilmu walau bodoh & Selalulah membahagiakan orang tua, kalau kita tidak bisa menyenangkan orang tua jangan membuat orang tua sedih, mintalah doanya karena doa seorang Ibu kpd anaknya lebih diijabah daripada doa Nabi kpd umatnya. Selamat Hari Ibu, Semoga bermanfaat. Aminn

Iklan

komentar sahabat

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s