Mengapa kita perlu hadir di Majelis Majelis ilmu?

🔑 Karena dgn ilmu yg dibagikan Ustadz-lah bisa membuat kita tahu, apa yg sebelumnya tdk kita tahu… dan membuat kita mengerti, apa yg sebelumnya tdk kita mengerti…
Luasnya jangkauan ilmu para Ustadz bisa menggugah, mengingatkan, menyadarkan hingga hal hal sekecil apapun!
Seperti beberapa catatan berikut ini:

📌 Saat di dlm Masjid/ Mushalla, dan kita batal wudhu, apa yg kita lakukan?
Bersegera berwudhu kembali, dan… mencari sandal yg biasa dipakai buat berwudhu.
Adakalanya kita tanpa sadar mengenakan sandal yg ada di hadapan begitu melangkah ke luar pintu.
Jika benar itu sandal fasilitas Masjid buat jamaah tdk masalah, tapi jika milik pribadi jamaah lain yg tanpa seidzin mereka dgn lancang kita kenakan?
Hikmah: BIASAKAN UTK TDK MENGGUNAKAN BARANG2 MILIK ORG LAIN TANPA SEIDZIN YG PUNYA!

📌 Kisah seorang yg soleh yg taat beribadah, do’a2 beliau selalu didengar dikabulkan, dan hendak menunaikan ibadah Haji.
Sebelum berangkat dia membeli dulu satu kilo Kurma di sebuah pasar di kotanya tinggal.
Setelah ditimbang oleh si penjual yg seorang bapak tua, org Soleh ini mendapati sebutir Kurma tergeletak di dekat timbangan.
Org Soleh ini memungut Kurma tsb lalu dimakannya, kemudian berangkatlah beliau menunaikan Haji.
Hari berikutnya saat berhaji, org Soleh tsb mendapatkan ada malaikat malaikat bercakap cakap:
“Lihat itu si Fulan, dia sedang berhaji, dia terkenal soleh & do’a2 serta ibadahnya selalu diijabah!”
Malaikat satunya menjawab:
“Kini tidak lagi… setelah ia memakan sebutir Kurma yg bukan miliknya!”.
Org Soleh tsb terhenyak.
Bergegas dia menyelesaikan hajinya lalu berkecamuk hatinya utk nanti menemui Bapak tua penjual Kurma di kotanya.
Singkat cerita seusai Haji dia kembali ke kotanya, namun didapati tak ada lagi Bapak tua dimaksud melainkan seorang pemuda yg menjaga lapak Kurma tsb.
“Maaf, dulu sebelum berangkat Haji saya membeli satu kilo Kurma dgn seorang Bapak tua!” sahut org Soleh kpd si pemuda.
“Ya, itu Abah saya, dan beliau sudah meninggal!”
Org Soleh itupun terhenyak,
“Saya ke sini hendak meminta keikhlasan beliau, sebab sebutir Kurma yg bukan milik saya telah membuat amal ibadah saya tidak diijabah!”
“Owh, saya sebagai ahli waris beliau mengikhlaskan demi diterimanya kembali ibadahmu wahai org Soleh. Tapi saya mempunyai 11 saudara lagi. Temuilah mereka buat mengikhlaskan!”
Subhanallah… lalu org Soleh ini pun bergegas menemui saudara2 /ahli waris lainnya dari Bapak tua penjual Kurma.
Hikmah: DALAM HAL MEMAKAN REZEKI PUN HARUS BERASAL DARI YG HALAL, YG ALLAH PUN MENGIJABAH SETIAP DO’A & AMAL IBADAH YG KITA LAKUKAN!

(Seperti dikisahkan Ust Muhammad Syukri bin Ali Syahab, Majelis Ilmu Fiqih & Hadits, setiap Senin ba’da Maghrib, Masjid Darul Muttaqien Kuto Palembang)

Iklan

komentar sahabat

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s