Imam Nawawi

Imam Nawawi berumur lebih muda dari Imam Rafi’i, namun tidak lantas membuat pendapat (qaul) Imam Rafi’i lebih unggul (rajih) daripada pendapat Imam Nawawi yang lebih muda. Imam Ibnu Hajar al Haitamy berkata: “Jika terdapat pendapat yang berbeda antara Imam Nawawi dan Imam Rafi’i, maka pendapat yang dipegang (al ‘ibrah) adalah yang disahihkan Imam Nawawi”.

Kenapa?
Karena Imam Nawawi memiliki qulb (hati) yang spiritualitasnya lebih tinggi dibanding Imam Rafi’i. Imam Nawawi menjadi wali quthb (pemimpin para wali) selama 3 tahun 4 bulan, jadi batin syariahnya lebih luar biasa. Sampai disini kita dapat melihat bahwa para ulama jaman dahulu memiliki pandangan yang jauh lebih dalam untuk menggolongkan mana yang qaul rajah, arjah, shahih, ashah, dan mu’tamad. Tidak hanya mengelompokkannya sesuai tingkat kealiman (karena para ulama alimnya sudah luar biasa), namun sampai pada mempertimbangkan tingkat spiritualnya.
(Asy Syeikh al Habib Muhammad Luthfi bin Yahya).

Jadi bertanya-tanya, kira-kira ulama sekarang yang alim dalam mengkafirkan sesama muslim tingkat keilmuannya sudah selevel mereka ya? Cukup dijawab dengan senyuman saja, karena senyummu menyimpan sejuta makna

komentar sahabat

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s