JADWAL MAJELIS AHLIS SUNNAH WAL JAMA’AH PALEMBANG DARUSSALAM

1.PEMBACAAN RATIB ALHADDAD SETIAP MALAM MINGGU OLEH

IMG_20151014_170201-picsay

IMG_20150914_212847

AL USTADZ ABUL HASAN SADZILI BIN AS SYEIKH K.H AL USTADZ ALI UMAR BIN TOYYIB R.A

DI MASJID AGUNG BA’DA SHOLAT ISYA

2.PENGAJIAN KITAB FIGH TASAWUF SETIAP MALAM MINGGU JAM 21.00 MALAM OLEH

AL USTADZ MUSLIMIN ANSHORI DI JLN VETERAN  PERUMAHAN POLRI

3.MAJELIS MAULID DAN TA’LIM ALWIHDAH

14141725_326280754383693_22574825237275437_n

4.Majlis Da’wah Wal Irsyad

13925373_1665296430463769_4151304426372589044_n

HADIRI & SYIARKANLAH MAJLIS DZIKIR DAN MAULID
BERSAMA :
AL-USTADZ MUHAMMAD ZAKI MUBARAK MAS’ID

SATU NIAT, SATU TUJUAN, SATU GERAKAN, SATU HARAPAN, SATU CINTA, SATU SEMANGAT,,
“MARI JADIKAN KOTA PALEMBANG MENJADI KOTA YANG CINTA MAULID DAN GEMAR BERDZIKIR”

“Mari Langkahkan kaki menuju kemuliaan”
_______

Setiap Hari Ahad
Waktu : Ba’da Sholat Shubuh
Tempat : Masjid Al-Falah Rajawali (Samping STMIK MDP)
_______

1. Pembacaan Wirdhul Latief
2. Pembacaan Maulid Dhiya’ Al-Lami’
3. Kajian Kitab Nashoih Al’Ibad
_______

Sungguh Beruntung Orang-Orang yang Dapat Hadir di Majlis-Majlis ILMU, karena Mereka adalah Pilihan-Pilihan ALLAH SWT

======

Media Dakwah :
FB : Majelis Ad Da’wah Wal Irsyad
Instagram : majelisdahsyad
Whatsapp : 081272571531/085269038747

5. PENGAJIAN KITAB AL HIKAM DAN BIADAYATUL HIDAYAH OLEH

551025_187179904788896_348569504_n

USTADZ ABDUL MAJID DAHLAN

DAN

1185761_150633581802300_527907297_n

USTADZ FAWZIE DZAKIYYAN bin

AS-SYEIKH KH. ABDULLAH ZAWAWI ‘IZHOM R.A

SETIAP HARI MINGGU PAGI JAM 07.00 DI MASJID SUTAN AGUNG 1 ILIR

6. Majelis Ustadz Muhammad Syukri

fb_img_1481285463668

fb_img_1481285477115

Faedah Shalawat Dari Habib Ahmad Bin Abdullah Bilfagih (Seorang wali mastur kota Tarim-Hadramout,Yaman)

Beliau memiliki seorang pembantu yang anak perempuannya terkena sakit kanker.. Habib Ahmad membawa pembantu dan anaknya berziarah ke pemakaman Zanbal..
Setelah berdoa kepada Allah dan bertawassul dengan kedudukan Sayyidina AlFaqih Muqoddam, yang tinggi disisi Allah. Tiba” Allah membuka hijab sehingga Habib Ahmad melihat secara langsung Sayyidina AlFaqih Muqaddam membaca dan memberikan Sholawat ini untuk kesembuhan segala penyakit baik Dhohir maupun Batin.
Hendaknya dibaca rutin 7kali dipagi dan sore hari..
Kemudian anak tersebut membaca Sholawat ini secara terus menerus, hingga beberapa selang waktu, anak itu dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa.
Seluruh dokterpun heran dan takjub, ternyata penyakit kankernya telah hilang, berkat kemuliaan Sholawat ini dan berkat keagungan Sholawat kepada Rasulullah ShollAllahu Alaihi wa sallim..
Baca lebih lanjut

Adab memasang foto guru

Ada seorang bertanya kpd Maulana al-Habib Muhammad Luthfi bin yahya, “Pada suatu hari Saat Kyai Abdul Jalil Kudus kerumah saya. Setelah duduk beberapa saat sambil memandangi Gambar-gambar yg menempel di dinding, beliau marahi saya. Beliau berkata lantang layaknya mubaliqh diatas podium dgn keras: ‘Turunkan Gambar-gambar ini!’ Padahal Gambar-gambar tersebut adalah lukisan Sayyidina Ali bin abi thalib, Sayyidina Hasan, Sayyidina Husein, Al imam Ghazali, asy-syekh Abdul Qodir Aljaelani dan para Sunan Wali songo. Setelah Gambar itu saya turunkan, Kemudian beliau berkata: “Lebih baik engkau pasang Guru-gurumu, ulama-ulama sekarang dan Habaib yg engkau kenali sehingga engkau bisa Rabithah kepadanya.’ yang ingin saya tanyakan adalah, bagaimana halnya dengan Gambar-gambar tersebut, yg Kiyai Abdul Jalil menyuruh menurunkannya? Dan apa arti ucapan Rabithah? Mohon penjelasan dari Habib? Al-Habib Luthfi bin yahya menjawab: “apa yg dilakukan Kyai Abul Jalil tdk lain adalah karena sayangnya seorang guru kepada muridnya dan untuk mengarahkan agar tidak menyimpang dlm memahami sesuatu. Gambar seperti Imam Ghazali, misalnya dikhawatirkan gambar itu hanya imajinasi pelukisnya. Imam Ghazali hidup pd 800tahun yg lalu bahkan lebih. Kemudian Gambar-gambar seperti wali songo, itupun pelukisnya sendiri tidak menjumpai dan mengalami kehidupan mereka, sehingga gambar itu bisa saja diambil dari imajinasi. Maka ulama yg mengetahui akan hal itu menekankan, lebih baik memasang gambar – gambar yg jelas kebenarannya, yg mana byk orang menyaksikan dan mengalami kehidupan mereka. Ketika memandang foto-foto mereka, kita tdk akan terpengaruh khayaliyah si pelukis, karena saksi hidup dan potret itu sendiri sudah byk disaksikan oleh orang2 yg hidup sezaman dengan mereka. Nah, agar tdk terpengaruh khayaliyah itulah, para kiyai sepuh lebih byk menekankan agar murid-muridnya memasang Gambar-gambar tsb. Jadi melihat gambar yg blm dpt dipastikan benar atau tdk wajah2 mereka, karena pd zaman mereka blm ada teknologi fotografi. Adapun kata Rabithah artinya adalah ‘menyatu’. Yang menyatu bukannya ruhnya, bukan pula fisiknya, akan tetapi menyatu dgn lembaran2 akhlak budi pekerti mereka dan cara mereka mendekatkan diri kpd Allah swt. Itulah maka kita “Rabithah” kpd mereka. Selanjutnya dgn rabithah kita tersebut, maka kita dapat bercermin dgn segala panutan dan teladan yg ada pd diri mereka. Ada seseorang berkata pada Pangersa Abah Aos “maaf Abah saya hanya baru bisa Rabithah kepada Abah, abah menjawab” tidak apa yg penting jaga Rabithah kepada Allah swt dengan Zikir Qolbu.

OBAT STROKE

15844263_1383327881691178_3623917001842585900_o

Pada satu ketika dimana Nabi Allah Sulaiman a.s duduk di singgahsananya,
Maka datang satu lembaga yang cukup besar, maka bertanya Nabi Allah
Sulaiman “siapakah engkau..?”

Maka dijawab oleh lembaga tersebut bahwa akulah Rihul Ahmar….dan
Aku bila memasuki rongga anak adam, maka lumpuh, keluar darah dari
Rongga, dan apabila aku memasuki otak anak adam, maka menjadi gilalah anak adam..

Maka diperintahkan oleh Nabi Sulaiman a.s supaya membakar lembaga
tersebut, maka berkatalah Rihul Ahmar kepada Nabi Sulaiman a.s bahwa
“Aku kekal sampai hari kiamat tiba,tiada sesiapa yg dapat membinasakan Aku melainkan Allah.
Lalu Rihul Ahmar pun ghaiblah ia.

Baca lebih lanjut

KEMULIAAN KITAB IHYA ULUMUDDIN KARYA ALIMAM GHOZALI RA

Dikisahkam oleh Syekh Abdul Qadir al-Idrus Ba Alawi dalam bukunya “Ta’rif al-Ahya’ bi Fadha’il al-Ihya”

Ketika seorang imam besar bernama Ibnu Hirzihim RA membaca kitab karya Al-Imam Ghazali RA yang berjudul “Ihya Ulumiddin”, dan ia merasa risih dan tidak menyetujui sehuruf pun dari apa yang dipaparkan oleh Al-Imam Ghazali RA

Terlebih lagi beliau mengatakan bahwa kitab ihya Ulumuddin itu banyak mengandung banyak hadits hadits maudhu dan sebagian orang orang mengikuti penadapat nya pada waktu itu hanya ada satu orang yg menyelisihi nya

Yaitu Al-Imam Nawawi RA seorang muhaddits seorang mujtahid termasyhur itu justru menegaskan bahwa kitab Ihya Ulumiddin hampir menjadi Qur’an

Walhasil, Imam Ibnu Hirzihim RA mengundang sejumlah ulama’ setempat untuk bersama-sama membedah kitab Ihya Ulumiddin karya Al-Imam Ghazali RA

Baca lebih lanjut

amalan masuk rumah

15873350_10206268537552032_9000709496539620159_n

دعوة المصطفى:
Pembacaan surat Al-Ikhlas 3x ketika masuk rumah dapat menghilangkan kefakiran dari penghuni rumah tersebut&juga para tetangganya…
Pembacaan ayat kursi ketika masuk rumah membuahkan kasih sayang diantara penghuni rumah
Maka barang siapa yang meng-inginkan didalam rumahnya adanya kasih sayang&rizqi yang lancar
Maka janganlah ditinggalkan pembacaan ayat kursi&surat Al-Ikhlas setiap memasuki rumah…
Nasehat Habib Umar bin Hafidz
Baca lebih lanjut

Tawassul

15873317_246194805792730_6664635923521360106_n

TAWASSUL SAYYIDIL WALID
ﺍﻟﺘَّﻮَ ﺳُّﻞُ
ﺍﺍﻟﺤﺒﻴﺐ ﺍﺑﺪﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺑﻦ ﺃﺣﻤﺪ ﺍﻟﺴﻘﺎﻑ

ﺇِﻟَﻬِﻰ ﺑِﺠَﺎﻩِ ﺍْﻷَﻧْﺒِﻴَﺎﻭَﺍْﻟﻤَﻼَﺋِﻜَﺔ
Ya Alloh dengan kebesaran para Nabi dan Malaikat
ﻭَﺑِﺎْﻷَﻭْﻟِﻴَﺎﺀِﺟُﺪْﻟَﻨَﺎﺑِﺎْﻹِﺟَﺎﺑَﺔِ
Dan dengan karomah para Wali terimalah permohonan kami
ﺇِﻟَﻬَﻰِ ﺗَﻮَﺳَّﻠْﻨَﺎﺑِﻘُﺮْﺁﻧِﻚَ ﺍْﻟﻜَﺮِﻳْﻢ
Ya Alloh dengan perantara Kitab-Mu Al-Qur’an yang mulia
ﺗُﻨَﻮِّﺭْﺑَﺼِﻴْﺮَﺗِﻰ ﻭَﺳَﻤْﻌِﻰ ﻭَﻣُﻘْﻠَﺘِﻰ
Aku mohon terangilah hatiku, pendengaranku dan mataku
ﻭَﺗُﻠْﻬِﻤُﻨِﻰ ﺭُﺷْﺪِﻯ ﻭَﺗَﺮْﺯُﻗُﻨِﻰ ﻋِﻠْﻢَ ﺍْ ﻟ
Dan Ilhamilah aku kebenaran dan berilah aku ilmu yaqin
ﻳَﻘِﻴْﻦِ ﺗُﻮَﻓِّﻘْﻨِﻰ ﻟِﺤُﺴْﻨﻰِ ﺍْﻟﻌِﺒَﺎﺩَﺓِ
Serta taufiq agar aku dapat beribadah dengan sebaik-baiknya
ﺑِﺄَﺳْﻤَﺂﺋِﻚَ ﺍْﻟﺤُﺴْﻨﻰَ ﺗَﺠُﻮْﺩُ ﺑِﺘَﻮْﺑَﺔِ
Dengan Asmaul Husna-Mu Ya Alloh berilah aku taubat
ﻧَﺼُﻮْﺡٍ ﺗَﻐْﻔِﺮُﻟِﻰ ﺫُﻧُﻮْﺑِﻰ ﻭَﺯَﻟَّﺘِﻰ
Yang sebenar-benarnya, yang dapat mengampuni semua dosa dan kesalahanku
ﻭَﺗَﻨْﻈُﺮُﻧِﻰ ﻓِﻰ ﻛُﻞِّ ﺣَﺎﻝٍ ﻭَﻟﻤَﺤَﺔٍ
Dan pandanglah aku dengan pandangan Rahmat-Mu setiap waktu dan kejapan mata
ﺗُﻨَﺠِّﻰ ﺑِﻬَﺎ ﻣِﻦْ ﻫَﻮْﻝِ ﻳَﻮْﻡِ ﺍْﻟﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ
Dengan Asma-Mu Ya Alloh selamatkanlah aku dari huru-hara hari kiamat
ﻭَﺑِﺎﻟْﻤُﺼْﻄَﻔَﻰ ﺍﻟﺮَّﺳُﻮْﻝِ ﺗَﺸْﺮَﺡُ ﻟِﻰ ﺻَﺪْﺭِﻯ
Dan dengan kebesaran Nabi yang terpilih Nabi Muhammad Rosululloh lapangkanlah dadaku
ﺗُﻴَﺴِّﺮُﻟِﻰ ﺃَﻣْﺮِﻯ ﻭَﺗَﻜْﺸِﻒُ ﻛُﺮْﺑَﺘِﻰ
Mudahkanlah urusanku dan lepaskanlah kesukaran dan kesulitanku
ﻭَﺑِﺎْﻷَﻧْﺒِﻴَﺎﺀِ ﻭَﺍْﻟﻤَﻼَﺋِﻜَﺔِ ﺍْﻟﻜِﺮَﺍﻡْ
Dan dengan kebesaran para Nabi dan Malaikat yang Mulia
ﺗُﺤَﻘِّﻖُ ﺑِﺎﻟﺘَّﻘْﻮَﻯ ﻭَﺇِﺩْﺭَﺍﻙِ ﻏَﺎﻳَﺘِﻰ
Kuatkanlah aku untuk bertaqwa dan untuk mencapai tujuanku
ﺑِﻬِﻢْ ﻭَﺑِﺎْﻷَﻭْﻟِﻴَﺎﺀِ ﺗُﻠْﺤِﻘُﻨِﻰ ﺑِﻬِﻢْ
Dengan kebesaran mereka dan karomah para Wali pertemukanlah aku dengan mereka,
ﻭَﺫُﺭِّﻳَّﺘِﻰ ﻭَﺷِﻴْﻌَﺘِﻰ ﻭَﻋَﺸِﻴْﺮَﺗِﻰ
Dan juga keturunanku, para pengikutku dan keluargaku
ﻭَﺗَﺼْﺮِﻑُ ﻋَﻨِّﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﺮٍّ ﺑِﺤَﻘِّﻬِﻢْ
Dengan kemuliaan mereka, hindarkanlah aku dari segala kejahatan
ﻭَﺷَﺮًّﺍﻟِﺬِﻯ ﺷَﺮٍّ ﻣِﻦِ ﺍﻧْﺲٍ ﻭَﺟِﻨَّﺔِ
Dan kejahatan-kejahan, baik yang disengaja dari manusia maupun jin
ﺑِﻔَﻀْﻠِﻚَ ﺑَﺸِّﺮْﻧِﻰ ﺑِﺤُﺴْﻦِ ﺍْﻟﺨَﻮَﺍﺗِﻢِ
Dengan karuniaMu Ya Alloh, gembirakanlah aku dengan mati Khusnul Khotimah
ﻭَﺑِﺎﻟﺮَّﺣْﻤَﺔِ ﺍﺩْﺧِﻠْﻨِﻰ ﺑِﺪَﺍﺭِﺍْﻹِﻗَﺎﻣَﺔِ
Dan dengan rahmat-Mu, masukanlah aku kedalam surgaMu yang abadi
ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﻣِﻦَ ﺍْﻟﻤَﻮْﻟَﻰ ﺻَﻼَﺓٌ ﻭَﺗَﺴْﻠِﻴْﻢٌ
Semoga Alloh memberikan Rahmat, salam sejahtera kepada mereka
ﻭَﺭِﺿْﻮَﺍﻥُ ﺍِﺳْﺘَﺠِﺐْ ﺇِﻟَﻬِﻰ ﻣُﻨَﺎﺟَﺎﺗِﻰ
Dan juga keridhoan-Nya terimalah do’aku ini Ya Alloh

MENGINGAT ORANG SHALEH MENJADI SEBAB TURUNNYA RAHMAT..

*Memperingati Haul Para Ulama*

Memperingati haul para ulama secara prinsip merupakan upaya kita untuk ‘mengenang’ kembali seorang ulama tersebut. Dalam biografi ataupun tradisi yang sering dilakukan oleh warga Nahdliyin dalam mengadakan haul ulama dengan menyebutkan kisahnya selama hidupnya adalah untuk ‘meneladani keshalehannya’. Hal ini sudah dilakukan sejak zaman sahabat:

عَنْ سَعْدٍ قَالَ أُتِيَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ يَوْمًا بِطَعَامِهِ فَقَالَ قُتِلَ مُصْعَبُ بْنُ عُمَيْرٍ وَكَانَ خَيْرًا مِنِّي فَلَمْ يُوجَدْ لَهُ مَا يُكَفَّنُ فِيهِ إِلاَّ بُرْدَةٌ وَقُتِلَ حَمْزَةُ أَوْ رَجُلٌ آخَرُ خَيْرٌ مِنِّي فَلَمْ يُوجَدْ لَهُ مَا يُكَفَّنُ فِيهِ إِلاَّ بُرْدَةٌ لَقَدْ خَشِيْتُ أَنْ يَكُونَ قَدْ عُجِّلَتْ لَنَا طَيِّبَاتُنَا فِي حَيَاتِنَا الدُّنْيَا ثُمَّ جَعَلَ يَبْكِي (رواه البخاري رقم 1195)

“Diriwayatkan dari Sa’d bahwa Abdurrahman bin Auf suatu hari disuguhi makanan. Ia berkata: “Mush’ab bin Umair telah terbunuh, ia lebih baik dariku, tak ada yang dapat dibuat kafan untuknya kecuali kain selimut. Hamzah juga telah terbunuh, ia lebih baik dariku, tak ada yang dapat dibuat kafan untuknya kecuali kain selimut. Sungguh saya khawatir amal kebaikan-kebaikan kami segera diberikan di kehidupan dunia ini”. Kemudian Abdurrahman bin Auf menangis” (Riwayat Bukhari No 1195)

Baca lebih lanjut